Napas yang Tersisa
Menjadi manusia penuh kejutan
Bagai layang-layang lepas dari ikatan
Diterpa angin, digigit burung
Tak sadar air mata berakhir murung
Senin sore, meja besar itu akhirnya bicara
Kata-katanya mengikat, tak tersisa suara
Desahan napas bukan lagi rutinitas
Tapi pengingat untuk napak tilas
Tawa gurau tutupi penat
Bukan karena jiwa tak kuat
Sekadar jumpa hangat benteng tak kasat
Untung hari esok masih mendekat
Gelap yang datang bukan untuk menetap
Seperti angin, ia pun akan hilang penat
Tali kembali digenggam, pelan dan kuat
Pulang bukan kalah, tapi memilih selamat